Minggu, Agustus 10, 2014

Balada Merah Jambu Mendera T^T



Ketika microsoft word ini mampu menjadi saksi bisu secuil kisah indah nan menyakitkan sebagai pengganti blog yang sepertinya sudah mulai usang tak pernah terjamah olehku. Dan inilah. Aku tak pernah tau. Aku hanya pernah tau yang terjadi pada seorang wanita beranjak dewasa ketika menjadi korban perasaan yang tak berujung. Bingung tak tau arah kemana harus dilabuhkan sebuah pergejolakan dalam hati. Inilah seorang wanita, hanya bisa terus menjadi seseorang yang berharap, tak pernah tau pasti harapan itu benar adanya. Siapa yang menyangka ini akan terjadi? Pun yang terjadi pada diriku. Ketika semua itu sudah terlanjur terjadi, ku pun hanya bisa bertanya dalam hati, mengapa nama itu memaksa meminta bagian dalam memori hidupku? Semua pasti hanya akan memberi jawaban sederhana, itulah takdir. Takdir yang memaksa untuk terlanjur terjadi. Terlanjur. Kata itu pun terlalu mengandung makna jika kau tau, makna yang indah atau bahkan menyedihkan. Terlanjur sudah aku mengenal nama itu. Terlanjur sudah pula aku bercengkrama begitu banyak melalui dunia maya, tak dipungkiri begitu pun di dunia nyata. Terlanjur sudah perasaan dan hati ini ikut pula tertambat pada magnet hatinya. Aku bingung. Harus ku kemanakan pergejolakan ini? Aku pun tak mengerti apakah ia yang disana juga menyimpan rasa yang serupa seperti apa yang kurasakan? Aku hanyalah seorang wanita yang menjadi korban perasaan, korban keterlenaan cinta ajnabi, dan korban cinta semu belaka. Selayaknya kah aku terus mempertahankan rasa yang bergejolak begitu besar dalam diri ini? Ataukah melupakan semua hal yang beberapa waktu ini telah terjadi akan tentangnya? Aku pun mulai sadar. Bahwa itu lama-lama telah menyalahi. Tapi pun aku bingung pada diri ini. Bingung, kenapa ini semua harus terjadi? Tidaklah mudah begitu saja untuk mengganggap semua yang sudah terjadi menjadi sesuatu yang tidak pernah terjadi. Apalagi itu pernah menjadi tempat istimewa dalam hati ini. Sangatlah tidak mudah. Bantu selalu hambaMu yang lemah tak berdaya ini, yaa Allah yaa Qowiyy. Ingatkan hamba selalu jika aku sudah mulai menduakan cinta yang seharusnya sepenuhnya hanya untukMu, yaa Allah yaa habib. Aku pun tau Engkau telah menuliskan segala takdir hamba dalam Lauhul Mahfudz. Izinkan hambaMu ini meminta satu pinta dalam doa ku ini, karena hanya Engkau yang Maha Tau, jika memang seseorang yang sempat menyita waktu dan hatiku ini untuk lebih memikirkannya memang jodohku nantinya, dekatkanlah hambaMu ini kepadanya disaat yang tepat yang memang Engkau meridhoiku berada disisinya untuk menjadi imam bagi keluargaku nanti. Namun jika memang seseorang itu bukanlah seseorang yang Engkau ridhoi untuk menjadi imam bagi keluargaku nanti, jauhkanlah hambaMu ini darinya yaa Allah, bagaimanapun caranya, jauhkanlah, dan bantulah hambaMu ini dalam mengendalikan dan menjaga kemurnian hati hamba untuk seseorang yang memang Engkau ridhoi untuk layak menjadi imam bagi keluargaku dan sebagai penuntun hidupku hingga akhir hayatku nanti. Because, I too far love you. Too far.

Ada rasa cinta hadir dalam jiwa
Hadir harapan mimpi menjadi nyata
Meski disadari tak harus slamanya indah
Karena semua Kau yang tentukan sgalanya
Ada cinta di dalam harap dan doa
Namun tak pantas ku untuk memaksa
Bila tak Kau inginkan itu terjadi
Ajarkan ku tuk relakan hati
Jalan takdirku serahkan padaMu
Ku hanya manusia upaya kutempuh
Andai semua tiada akan terwujud
Kan kutunggu semua dengan sujud
Izinkan aku ungkapkan satu pinta
Andai tak kudapati harapku di senja ini
Izinkan kudapati nya di senja nanti
Yang takkan pernah lagi berakhir
Andai semua tiada kan terwujud
Kan kutunggu semua dengan sujud
(Salah satu nasyid yang cukup mampu menggambarkan kegalauan hati ini).
Ahad, 1 Ramadhan 1435 H, June 29th 2014-

Nb : ketika saya sudah menyempatkan waktu untuk memindah diary saya dari microsoft word laptop ke blog saya ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar