Ketika microsoft word ini mampu
menjadi saksi bisu secuil kisah indah nan menyakitkan sebagai pengganti blog
yang sepertinya sudah mulai usang tak pernah terjamah olehku. Dan inilah. Aku
tak pernah tau. Aku hanya pernah tau yang terjadi pada seorang wanita beranjak
dewasa ketika menjadi korban perasaan yang tak berujung. Bingung tak tau arah
kemana harus dilabuhkan sebuah pergejolakan dalam hati. Inilah seorang wanita,
hanya bisa terus menjadi seseorang yang berharap, tak pernah tau pasti harapan
itu benar adanya. Siapa yang menyangka ini akan terjadi? Pun yang terjadi pada
diriku. Ketika semua itu sudah terlanjur terjadi, ku pun hanya bisa bertanya
dalam hati, mengapa nama itu memaksa meminta bagian dalam memori hidupku? Semua
pasti hanya akan memberi jawaban sederhana, itulah takdir. Takdir yang memaksa
untuk terlanjur terjadi. Terlanjur. Kata itu pun terlalu mengandung makna jika
kau tau, makna yang indah atau bahkan menyedihkan. Terlanjur sudah aku mengenal
nama itu. Terlanjur sudah pula aku bercengkrama begitu banyak melalui dunia
maya, tak dipungkiri begitu pun di dunia nyata. Terlanjur sudah perasaan dan
hati ini ikut pula tertambat pada magnet hatinya. Aku bingung. Harus ku
kemanakan pergejolakan ini? Aku pun tak mengerti apakah ia yang disana juga menyimpan
rasa yang serupa seperti apa yang kurasakan? Aku hanyalah seorang wanita yang
menjadi korban perasaan, korban keterlenaan cinta ajnabi, dan korban cinta semu
belaka. Selayaknya kah aku terus mempertahankan rasa yang bergejolak begitu
besar dalam diri ini? Ataukah melupakan semua hal yang beberapa waktu ini telah
terjadi akan tentangnya? Aku pun mulai sadar. Bahwa itu lama-lama telah
menyalahi. Tapi pun aku bingung pada diri ini. Bingung, kenapa ini semua harus
terjadi? Tidaklah mudah begitu saja untuk mengganggap semua yang sudah terjadi
menjadi sesuatu yang tidak pernah terjadi. Apalagi itu pernah menjadi tempat
istimewa dalam hati ini. Sangatlah tidak mudah. Bantu selalu hambaMu yang lemah
tak berdaya ini, yaa Allah yaa Qowiyy. Ingatkan hamba selalu jika aku sudah
mulai menduakan cinta yang seharusnya sepenuhnya hanya untukMu, yaa Allah yaa
habib. Aku pun tau Engkau telah menuliskan segala takdir hamba dalam Lauhul
Mahfudz. Izinkan hambaMu ini meminta satu pinta dalam doa ku ini, karena hanya
Engkau yang Maha Tau, jika memang seseorang yang sempat menyita waktu dan
hatiku ini untuk lebih memikirkannya memang jodohku nantinya, dekatkanlah
hambaMu ini kepadanya disaat yang tepat yang memang Engkau meridhoiku berada
disisinya untuk menjadi imam bagi keluargaku nanti. Namun jika memang seseorang
itu bukanlah seseorang yang Engkau ridhoi untuk menjadi imam bagi keluargaku
nanti, jauhkanlah hambaMu ini darinya yaa Allah, bagaimanapun caranya,
jauhkanlah, dan bantulah hambaMu ini dalam mengendalikan dan menjaga kemurnian
hati hamba untuk seseorang yang memang Engkau ridhoi untuk layak menjadi imam
bagi keluargaku dan sebagai penuntun hidupku hingga akhir hayatku nanti. Because,
I too far love you. Too far.
Ada rasa cinta hadir dalam jiwa
Hadir harapan mimpi menjadi nyata
Meski disadari tak harus slamanya indah
Karena semua Kau yang tentukan sgalanya
Ada cinta di dalam harap dan doa
Namun tak pantas ku untuk memaksa
Bila tak Kau inginkan itu terjadi
Ajarkan ku tuk relakan hati
Jalan takdirku serahkan padaMu
Ku hanya manusia upaya kutempuh
Andai semua tiada akan terwujud
Kan kutunggu semua dengan sujud
Izinkan aku ungkapkan satu pinta
Andai tak kudapati harapku di senja ini
Izinkan kudapati nya di senja nanti
Yang takkan pernah lagi berakhir
Andai semua tiada kan terwujud
Kan kutunggu semua dengan sujud
(Salah satu nasyid yang cukup mampu menggambarkan kegalauan
hati ini).
Ahad, 1 Ramadhan 1435 H, June 29th 2014-
Nb : ketika saya sudah menyempatkan waktu untuk memindah diary saya dari microsoft word laptop ke blog saya ^^
Nb : ketika saya sudah menyempatkan waktu untuk memindah diary saya dari microsoft word laptop ke blog saya ^^